Konpres Partai NasDem-KPK

NasDem Tolak Wacana Pembubaran KPK

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Jakarta РPengurus DPP Partai NasDem Johnny G Plate, menegaskan, NasDem mendukung penuh sikap Presiden dan Wakil Presiden dalam menanggapi adanya usulan pembekuan KPK.

“NasDem menolak semua usaha untuk memperlemah KPK, termasuk membekukannya. Kami menyatakan tidak akan membiarkan KPK diperlemah dan karenanya kita harus sama-sama menjaga KPK,” kata Johnny di Kantor DPP Partai NasDem Jakarta, Senin (11/9).

Dijelaskan oleh Johnny, Partai NasDem mendukung kerja-kerja Pansus Hak Angket DPR tentang KPK dan akan mengawal prosesnya hingga Pansus selesai melaksanakan tugasnya dengan baik.

Partai NasDem juga menyesalkan polemik yang terjadi antara Pansus dan KPK yang menimbulkan kesan adanya pertentangan antara Pansus dan KPK. Di satu sisi, KPK menolak hadir memenuhi undangan Pansus dan bahkan mendukung pengajuan judicial review terhadap kewenangan konstitusional DPR.

“Terdapat otokritik terhadap sikap beberapa anggota Pansus yang membuat pernyataan ingin membekukan KPK sehingga masyarakat menilai terjadi konflik antara DPR dengan KPK,” ujarnya.

Partai NasDem juga menekankan agar pembahasan yang terjadi di Pansus dapat lebih solutif dan konstruktif apabila Pansus DPR RI dan KPK dengan kepala dingin dan pikiran jernih bersama-sama mencari upaya-upaya perbaikan dan penguatan KPK terhadap penegakan hukum antikorupsi.

“Yang menjadi fokus perbaikan dari proses di Pansus bukan pada persoalan keberadaan kelembagaan KPK, melainkan pada akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK yang diberikan undang-undang, menyangkut aspek tata kelola,” tandas Johnny.

DPP Partai Nasdem sendiri menilai, tidak ada orang atau lembaga manapun yang sempurna. Oleh karena itu, apabila terdapat kekurangan, kekeliruan maupun kesalahan dalam perjalanan penggunaan kewenangan, harus tetap dilihat secara obyektif, dengan pikiran jernih, tanpa prasangka buruk bahwa seolah-olah partai politik sedang mencari-cari kesalahan atau melemahkan KPK.

Oleh karena itu, temuan-temuan dalam proses di Pansus harus dilihat sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan ke depan agar pemberantasan korupsi semakin baik.