Johny G Plate

Di Indonesia, Kesehatan Masih Jadi Isu Rendahan

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johny G Plate menyebutkan bahwa  di antara penyakit yang mematikan di dunia salah satunya adalah kanker.

“Kanker ini memang sesuatu yang menakutkan. Akan tetapi,  kita harus mampu menaklukan dan mengendalikannya,” katanya saat memberikan sambutan di acara sosialiasi bertajuk “Deteksi Dini, Kenali, Mencegah dan Mengobati Kanker” di DPP Partai NasDem,  Jakarta, Kamis, (5/10).

Dalam hal ini, Johny menuturkan, sudah menjadi  kewajiban bagi negara untuk memberikan perhatian bagi kesehatan rakyatnya.

“Sebagaimana termaktub dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, jelas diterangkan bahwa kewajiban negara memberikan pelayanan kesehatan bagi warga negara,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap tahun dalam APBN sesuai amanat UUD, diwajibkan untuk mengalokasikan sebesar lima persen untuk anggaran belanja di bidang kesehatan.

Selain itu, dia mengingatkan, tidak hanya negara yang mendapatkan kewajiban dalam UU tersebut. Masyarakat juga diwajibkan untuk mengikuti program jaminan kesehatan yang dikelola melalui BPJS kesehatan.

Dalam politik, seharusnya persoalan kesehatan merupakan salah satu agenda penting. Sebagaimana dia menggambarkan politik di Amerika, isu kesehatan menjadi persoalan krusial antara kebijakan Partai Demokrat dan Republik.

“Di Indonesia, kebijakan kesehatan belum seheboh di Amerika. Ini artinya kebijakan kesehatan di kita belum menempatkan posisi yang tinggi, ” kata anggota Komisi XI DPR.

Persoalan kesehatan, sambungnya,  tidak hanya semata soal mengobati dan menyembuhkan penyakit. Lebih dari itu, kesehatan memiliki keterkaitan dengan daya saing negara.

“Kalau kita sakit maka produktivitas kita pun ikut turun. Apabila produktivitas masyarakat turun maka kompetitifnes negara juga turun,” ujarnya.

“Oleh karena itu maka dengan ini Fraksi Partai NasDem dari level DPR hingga DPRD Kabupaten/Kota untuk memastikan agar produktivitas nasional baik dalam regional maupun global tetap bersaing. Maka harus dipastikan masyarakat kita sehat, sehingga terwujud program Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK dalam meningkatkan daya saing manusia Indonesia melalui revolusi mental,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi deteksi penyakit kanker ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sayap partai NasDem, Garda Wanita Malahayati dan Garda Pemuda Partai NasDem serta masyarakat dari beberapa daerah.