Taufiqulhadi-Fraksi Partai NasDem-Komisi III-Jawa Timur-Pengawasan MA Lemah

Ketua PT Sulut Terkena OTT, DPR Nilai Pengawasan MA Lemah

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Taufiqulhadi menilai pengawasan di MA dari atas sampai bawah masih sangat lemah. Karena itu, MA harus meningkatkan pengawasan terhadap jajaran aparatur pengadilan di bawahnya.

Menurut Taufiqulhadi, kepemimpinan MA saat ini cenderung tidak efektif. Faktor tersebut antara lain menyebabkan berulangnya kasus korupsi yang menimpa aparatur pengadilan.

“MA harus membenahi masalah ini. Dalam konteks ini, kalau di atas ada sesuatu yang tidak beres, ketidakberesan itu akan diikuti ke bawah,” ucap dia.
Terkait desakan pegunduran diri Ketua MA Hatta Ali sebagai bentuk tanggungjawab pimpinan , Taufiqulhadi menilai pengunduran diri itu bisa saja dilakukan. Karena banyak aparat pengadilan yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, kata Taufiq, itu dilakukan jika memang benar pembinaan khususnya pada aparat kehakiman Indonesia yang ada di MA lalai.

“Kalau menurut saya kalau memang ini adalah tugas dan wewenang Mahkamah Agung adalah untuk melakukan pembinaan dan profesi itu adalah tidak jalan, maka saya setuju kalau memang Ketua MA itu adalah kalau sudah OTT mengundurkan diri saja,” katanya, Selasa (10/10).

Dia menambahkan, tidak ada mekanisme khusus untuk Ketua MA mengundurkan diri. “Kalau mengundurkan diri kan tidak ada mekanisme. Kalau mengundurkan diri ya mengundurkan diri aja. Mengundurkan diri ya mengundurkan diri aja, digantikan dengan orang lain,” ucapnya.

Untuk diketahui, Ketua MA Hatta Ali didesak untuk mundur oleh Hakim Agung Gayus Lumbun. Hal itu dilakukan untuk menjaga kehormatan dan kewibawaan institusi MA yang belakangan ini selalu terjaring OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menetapkan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara (PT Sulut) Sudiwardono dan anggota DPR dari Komisi XI fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha sebagai tersangka dugaan korupsi suap.

Korupsi suap itu terkait putusan banding perkara kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010.
Sumber:
-http://news.metrotvnews.com/ hukum/zNA7vX3k-ketua-pt-harus- orang-terpilih
-https://www.merdeka.com/ peristiwa/anggota-komisi-iii- setuju-hatta-ali-mundur-dari- ketua-ma.html