Sahroni

NasDem Dukung Kapolri Evaluasi Penggunaan Senjata Api Anggotanya.

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan melakukan analisis dan evaluasi (anev) penggunaan senjata api untuk anggotanya.

Hal ini terkait dua peristiwa yang terjadi dua hari belakangan, yaitu Brimob menembak Brimob hingga peristiwa diri di Blora dan Banyuasin karena masalah senjata api.

Terkait hal tersebut Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mengaku mendukung.

“Alangkah baiknya memang harus ada evaluasi itu (penggunaan senjata api) agar kasus seperti ini tidak terulang kembali,” kata Sahroni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, dalam evaluasi terhadap penggunaan senjata api Polri harus melakukan langkah-langkah yaitu salah satunya melaksanakan uji test Psikologi serta mental bagi anggota polisi bila akan mendapatkan senjata api. Dan ini berlaku bagi setiap kesatuan yang ada di tubuh Mabes Polri.

“Ujian seperti itu harus dilakukan agar mengetahui sekaligus mengukur sejauhmana anggotanya memahami penggunaan senjata api dan harus dilakukan secara menyeluruh baik dari Sabang sampai Marauke,” kata Sahroni.

Lebih lanjut Sahroni berharap kejadian ini adalah terakhir menimpa Polri, dan harus ada perubahan kedepan agar korps Bahayangkara tidak tercoreng kembali dengan kasus serupa.

Markas Besar Kepolisian RI akan mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggotanya di seluruh Indonesia.

Hal itu akan dilakukan menyusul terjadinya insiden penembakan tiga anggota Brimob di tempat penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, Selasa, 10 Oktober 2017.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/10/12/politikus-nasdem-dukung-polri-evaluasi-penggunaan-senjata-api