Amelia Anggraini1

Amelia Anggraini

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Saatnya Restorasi Indonesia digulirkan bersama NasDem untuk menjadikan hari esok jauh lebih baik daripada hari ini.”

Demikianlah komitmen teguh Amelia Anggraini, sosok perempuan yang mencita-citakan adanya perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia, hari ini dan masa depan. Komitmen yang melekat dalam politisi kelahiran Bengkulu, 29 Agustus 1971 ini terpatri di dalam hati dan tergambar dari tindakan serta pikiran yang dia curahkan. Membawa nama Partai NasDem dengan semangat pembaruan dan restorasi, Amelia telah menunjukkan kejeliannya dalam menyorot persoalan di tengah masyarakat dan menyuarakannya di gedung parlemen. Dalam rapat koordinasi ataupun rapat dengar pendapat bahkan di masa reses, politisi berusia 44 tahun ini kerap menyoroti kasus kesejahteraan buruh. Bahkan ia adalah salah satu politisi yang paling lantang menyuarakan agar payung hukum perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri segera masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas).

Ibu dari empat anak ini mengawali karir politiknya pada 2011, ia menjadi salah satu deklarator dan pengurus pusat organisasi Garda Wanita Malahayati Nasional Demokrat dan kemudian juga menjadi anggota Partai NasDem. Dengan berkiprah dalam organisasi yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan perempuan meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan politik tersebut, Amelia mampu melihat beragam persoalan di negeri ini harus diselesaikan, dan diawali dengan sejahtera dan sehatnya kaum perempuan. Kesejahteraan dan kesehatan perempuan tidak hanya soal jasmaniah belaka, namun yang terpenting juga rohani dan psikologinya. Karena ia sangat yakin, sebagai pilar bangsa, perempuan merupakan penentu kualitas bangsa.

Selain aktif dalam organisasi perempuan, Amelia juga menjabat Bendahara Umum Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem. Fokus Amelia terhadap buruh dan ketenagakerjaan bukanlah hal yang tiba-tiba belaka. Beraktifitas dalam dunia korporasi dan perhotelan selama lebih dari dua dekade adalah pengalaman nyata yang banyak membuka matanya atas prinsip kesejahteraan bersama bagi kaum pekerja di dunia usaha. Dari sanalah Amelia memiliki keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik bukan hanya milik kaum pengusaha, namun juga orang-orang yang bekerja bersamanya. Kebijaksanaan dalam dunia ketenagakerjaan baginya adalah bagaimana setiap orang memiliki jaminan hidup serta hari tua yang jelas dan terencana.

Keberpihakannya kepada kesetaraan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat inilah yang menjadi titik berangkatnya sebagai wakil rakyat di DPR-RI. Duduk sebagai anggota Komisi IX yang memiliki ruang lingkup kerja tentang ketenagakerjaan, transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan adalah  komitmen yang senantiasa disampaikannya kepada konstituen semasa kampanye di daerah pemilihan Jawa Tengah XI. Selain duduk di Komisi IX, Amelia juga menjadi Kapoksi Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP).

Sebagai wajah baru di panggung politik, langkah pertama Amelia cukup memberikan impresi yang kuat, ia mampu mendapatkan suara 48.039 suara di daerah pemilihan Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara. Anggota parlemen yang dilantik dengan nomor anggota A-17 ini berprinsip bahwa restorasi tidak hanya di dalam pikiran atau gagasan yang diutarakan saja, tetapi juga bagaimana membangun gaya komunikasi politik yang santun. Hal ini pula yang dipercayainya sebagai diferensiasi yang harus dimilliki oleh setiap politisi yang menginginkan kebaruan dan kembalinya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Amelia yang sedari belia telah banyak memenangkan kompetisi dan kemudian juga lama berkecimpung dalam usaha jasa begitu mengerti bagaimana kemampuan komunikasi yang baik, di kala bersama masyarakat ataupun di ruang parlemen adalah cara untuk memulai politik yang berbudaya. Isteri dari jurnalis senior Sugeng Suparwoto ini memang sangat percaya sebuah adagium lama, bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Dengan kepribadiannya yang luwes, Amelia memang menempatkan kemampuan komunikasi dengan konstituen serta empati dan mampu mendengarkan persoalan masyarakat sebagai jalan awal membawa Restorasi Indonesia ke parlemen.

Sebagai perwakilan perempuan di parlemen, Amelia yang pernah mengecap pendidikan di Universitas Kebangsaan Malaysia ini tidak hanya akan fokus kepada perempuan semata. Karena Amelia, keberpihakan politisi perempuan terhadap isu-isu yang menyangkut kaumnya, sesungguhnya adalah isu tentang kehidupan yang lebih luas. Karena persoalan perempuan adalah persoalan separuh populasi penduduk, dan persoalan bagi pelanjut keberlangsungan generasi bangsa. Untuk lebih memudahkan komunikasi dua arah antara dirinya dan masyarakat dan konstituen mendapatkan keterbukaan informasi kinerjanya selama di parlemen, Amelia aktif di media sosial twitter dengan akun @amelia_anggr