Prananda Paloh1

Prananda Surya Paloh

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Antara jabatan dengan tanggung jawab itu selalu berbanding lurus. Seperti kata bijak, the higher your position, the more responsibility you have.”

Seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Prananda Surya Paloh ini telah mengambil sebuah tanggung jawab yang besar diusianya yang masih kepala dua. Betapa tidak, politisi muda kelahiran 21 September 1988 ini saat ini tidak hanya berbicara atas nama dirinya sendiri, namun suaranya merupakan representasi dari masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Nanda, demikian ia biasa dipanggil, merupakan wakil rakyat yang terpilih dari daerah pemilihan Sumatera Utara I meliputi Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai dengan jumlah suara 46.233.

Prananda dengan sosok muda, enerjik, dan intelek adalah komposisi yang kuat untuk memberikan semangat dan harapan baru di gedung parlemen. Walaupun masih berusia muda, Prananda bukanlah orang yang awam dengan dunia politik. Lulusan Monash University, Australia ini mendapatkan mentor politiknya sedari usia belia, yaitu ayahnya sendiri, Surya Paloh. Semangat berorganisasi telah dimulainya semasa sekolah di Internasional School Singapore. Prananda menjabat sebagai Ketua Senat. Minat Prananda di dunia politik pun semakin ditekuninya dengan pendalaman ilmu di bangku kuliah dan konferensi tingkat internasional.

Prananda hadir dengan gebrakannya di dunia politik kemahasiswaan dengan menjadi deklarator Liga Mahasiswa NasDem dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Langkah Prananda ini adalah langkah yang berani menghadang arus besar kepura-puraan yang tengah menjangkiti mahasiswa, yang enggan bergabung dengan partai politik dan lebih menyukai cara penyampaian aspirasi parlemen jalanan. Baginya, inilah langkah awalnya sebagai generasi intelektual muda Indonesia untuk memulai Restorasi Indonesia.

Sebelum itupun, Prananda telah mewakili Indonesia dalam anggota delegasi Model United Nations (MUN) pada 2005 – 2006, yakni sebuah konferensi tingkat dunia bagi generasi muda yang menyimulasikan konferensi PBB. Dari sana pula bakat diplomasi dan kemampuan membangun jaringan internasional Prananda semakin diasah. Keputusannya untuk terjun ke dunia politik bukanlah keputusan yang tanpa pertimbangan. Bagi Prananda, kesadaran politik serta keberanian memikul tanggung jawab sebagai pemimpin harus dipikul sedari muda. Ia begitu mahfum bahwa generasi muda adalah wajah masa depan suatu bangsa. Oleh karenanya, kehadiran Prananda di DPR-RI sebagai ajakan dan contoh bagi generasi muda untuk mau terjun dalam segala bidang kehidupan berbangsa. Keberadaan generasi muda adalah untuk berbuat, membuktikan kata-katanya dengan perbuatan yang berguna.

Dengan fokus dan kemampuan diplomasi serta komunikasi yang piawai, Prananda memang sedari awal ingin mengabdikan diri di Komisi I, bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika. Semangat kepemudaan dan keberanian yang patriotik merupakan prinsip yang dibawa Prananda di dalam tugasnya di komisi tersebut. Karena di bidang ini pula, patriotisme dan idealisme semakin sering diuji dan harus dibuktikan. Ia demikian memegang teguh kata-kata Tan Malaka, yang menyuratkan bahwa kemewahan bagi pemuda adalah idealismenya. Dan sejak awal masa tugasnya, Prananda kerap menyuarakan pandangannya tentang kedaulatan dan martabat negara. Hal yang juga sejalan dengan generasi muda Indonesia pada umumnya.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi NasDem, Prananda juga menjabat sebagai anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Anggota dewan dengan nomor anggota A-03 ini sangat aktif berinteraksi dengan konstituennya ini memang ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kehadiran pemuda di parlemen adalah angin segar, anggota dewan bukan lagi pejabat yang sangat sulit dijangkau dan dihubungi. Konsistensinya dalam menyediakan jalur komunikasi dua arah kepada masyarakat ini dibuktikan dengan adanya Prananda Surya Paloh (PSP) Center yang telah berdiri semenjak masa kampanye hingga kini di Kota Medan. Selain itu untuk lebih memudahkan, ia juga menyediakan laman aspirasi di dunia maya, dengan situs www.pranandapaloh.info dan akun twitter @pranandapaloh.