Syarief Abdullah Alkadrie1

H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Politisi yang satu ini, Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Barat. Pria kelahiran Tanjung Saleh, 14 Juni 1966, ini sekarang menjadi Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) V, bidang Transportasi, Sarana dan Prasarana Umum, Transmigrasi, Desa serta Perumahan Rakyat

Hal ini memang telah menjadi komitmennya sejak lama, keinginannya pula untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Barat, juga menggenjot percepatan perbaikan “wajah Republik Indonesia” di wilayah-wilayah perbatasan.

Sekretaris Fraksi Partai NasDem yang juga merupakan anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPR ini memang bukan orang baru di dunia politik. Pernah aktif di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Kosgoro Kalimantan Barat. Selepas reformasi, Syarief menjadi politisi Partai Kebangkitan Bangsa, menjadi Ketua DPW Kalbar dari 2001-2009, juga sebagai Dewan Penasihat DPW GP Ansor. Namun akhirnya ia berlabuh di Partai NasDem, sebagai instrumen politik yang menggagas perubahan dengan piranti dan program yang jelas.

Syarief memiliki perhatian khusus kepada pertanian dan petani. Baginya, sebagai pilar dasar bagi kesejahteraan dan keberlangsungan hidup rakyat Indonesia, pertanian adalah lambang kedaulatan negara. Dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, tujuan-tujuan otonomi daerah juga akan semakin maksimal. Suami dari Hadijah Fitriah dan ayah dari tiga orang anak ini pun aktif di dunia akademis, menjadi Dosen (Lektor Kepala) di Universitas Panca Bhakti selama 21 tahun ini (1993-2014).