VBL

Viktor Bungtilu Laiskodat

function popupCenter(pageURL, w,h) {var left = (screen.width/2)-(w/2);var top = (screen.height/2)-(h/2);var targetWin = window.open (pageURL, '_blank','toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=no, resizable=no, copyhistory=no, width='+w+', height='+h+', top='+top+', left='+left);}function pinIt(){var e = document.createElement("script");e.setAttribute('type','text/javascript');e.setAttribute('charset','UTF-8');e.setAttribute('src','https://assets.pinterest.com/js/pinmarklet.js?r='+Math.random()*99999999); document.body.appendChild(e);}

Sebagai politisi, dengan semangat untuk membangun bangsa ini, maka kebohongan harus dijauhkan dari diri kita sendiri.”

Demikian kata-kata yang terang benderang dan tegas, meluncur dari mulut politisi Partai NasDem, yang saat ini mendapatkan amanah sebagai legislator di Senayan. Kata-kata tersebut menggaung di ruangan rapat paripurna DPR, yang tengah bersidang untuk pertama kalinya seusai dilantik. Namun, kekisruhan ketika pemilihan ketua DPR membuat Partai NasDem begitu pula Viktor harus mengambil sikap.

Betapapun kekisruhan itu telah berlalu, namun pidato yang ia ucapkan lantang di depan seluruh anggota DPR itu diapresiasi oleh semua orang. Karena, apapun yang menjadi tujuan hidup dan bagaimana kita menjalani kehidupan, sebagai politisi yang ingin membangun negeri, sungguh tak memberi tempat bagi kebohongan dan kepura-puraan.

Memang Viktor Laiskodat, anak bangsa kelahiran NTT ini memang dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam ucapan dan tindakan. Namanya bukanlah nama yang asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya politisi di Senayan. Pernah menjabat sebagai legislator periode 2004-2009, ia lalu bergabung bersama para inisiator Ormas Nasional Demokrat dan kemudian Partai NasDem untuk membangun bersama partai yang mengusung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Viktor merasakan idealismenya menemukan muaranya dalam gagasan yang dibawa oleh Partai NasDem.

Viktor hadir di Senayan dari daerah pemilihan NTT II, meliputi daerah Kab. Belu, Kab. Kupang, Kab. Rote Ndao, Kab. Sabu Raijua, Kab. Sumba Barat, Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Timur, Kab. Timor Tengah Selatan, Kab. Timor Tengah Utara, dan Kota Kupang.

Jika selama ini kebanyakan politisi ataupun masyarakat awam berpikir bahwa dalam kontestasi pemilu legislatif, senantiasa terjadi perebutan nomor urut di surat suara. Namun tak begitu halnya dengan Viktor. Dari tujuh kursi di NTT II, dengan tujuh nama calon dari partai, Viktor mendapatkan nomor urut terakhir, nomor tujuh. Bagi Viktor, hal itu bukan sebuah kontestasi, siapa yang mendapatkan nomor urut pertama, tapi ini soal amanah dan tanggung jawab yang diberikan oleh partai kepada dirinya, dengan tujuan untuk membesarkan Partai NasDem, dan mampu mengantarkan partai baru ini duduk di parlemen.

Jadi tak heran, jika hari ini ia dipercaya oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, untuk menjadi pemimpin politisi Nasdem di Senayan. Ya, sejak pertengan Agustus tahun 2014 lalu, Viktor Bungtilu Laiskodat resmi menjadi Ketua Fraksi Nasdem. Dalam pelantikannya sebagai Ketua Fraksi Nasdem, satu hal yang selalu ditekankan Viktor bahwa ia akan membaktikan diri mengusung semangat restorasi. Ia bertekad akan bersikap tegas dalam memimpin anggota Fraksi Nasdem yang berjumlah 36 orang itu.

Ketua Bidang Pertanian & Maritim DPP Partai NasDem ini ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi DPR. Bagi Viktor memperbaiki moralitas dan integritas para anggota DPR adalah semangat awal yang perlu ia tumbuh kembangkan. Visi ini pula yang ia sampaikan kepada seluruh anggota fraksi NasDem di DPR, agar menjadi panduan dalam bertindak dan mengambil keputusan di lembaga tersebut.

Perjalanan masih panjang, namun untuk menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang 250 juta jiwa, waktu lima tahun tentu tidak akan terasa, bahkan bisa jadi menjadi cukup singkat untuk bisa mewujudkan perubahan yang menyeluruh. Namun, Viktor tak ingin mengecewakan kepercayaan masyarakat Indonesia yang telah memilih Partai NasDem untuk dapat hadir di Senayan. Sepak terjang dan kiprah, serta dedikasi dan pengabdian anggota dewan dari Partai NasDem harus mampu memberikan warna baru bagi wajah lembaga legislatif dan wajah partai politik. Warna baru yang bukan hanya penyemarak, namun menjadi pembeda, pun menjadi inisiator perbaikan dan perubahan.